Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Selasa, 20 Maret 2012

Warga Gali Mangan, Hutan di Jember Rusak




JEMBER-JAWA TIMUR (bharatanews): Pihak Perhutani Kabupaten Jember, Jawa Timur belakangan ini meradang dengan aktivitas penambangan mangan di kawasan hutan di Desa Pace, Kecamatan Silo. Penambangan mangan yang dilakukan warga secara tradisional tersebut telah merusak hutan lindung di daerah itu.

Padahal, pihak Perhutani sudah berkali-kali melarang warga untuk melakukan penambangan mangan di kawasan hutan. Sebab, akibat aktivits penambangan yang dilakukan tanpa izin itu, membuat lubang-lubang besar, bahkan membentuk terowongan yang berpotensi menimbulkan bencana alam.

"Kami tak pernah memberikan izin penambangan di wilayah hutan. Larangan itu sudah kami sosialisasikan kepada warga. Kami akan hentikan kalau kembali ditemukan adanya penambangan liar," Humas Perhutani Kabupaten Jember, Hamzah Lukman kepada wartawan kemarin.

Untuk memantau aktivitas penambangan liar tersebut, Perhutani memanfaatkan bantuan petani hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Perhutani sudah menjalin kerjasama dengan sebanyk 18 lembaga yang tersebar di tujuh kecamatan.

Kepala Perhutani Jember, Nanang Sugiarto mengaku belum bisa berbuat banyak dalam menghadapi penambangan liar tersebut. Dia hanya menyatakan, untuk menambang di kawasan hutan lindung ada syarat yang harus ditempuh penambang.

"Hak atas tanahnya dimintakan ke Kementerian Kehutanan, hak atas penambangannya dimintakan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Jdi tidak sembarangan asal menambang. Tapi kami akan berupaya menertibkannya," jelas Nanang.(BJ/dif)