Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Selasa, 10 Januari 2012

Pengantin Baru Tewas Gantung Diri




 SAMPANG-JAWA TIMUR (bharatanews): Meski diduga kuat gara-gara dimarahi sang ibu, namun pihak kepolisian Pengarengan, Sampang, Jawa Timur, masih terus menyelidiki kemungkinan motif lain dalam kasus tewasnya Siti Romlah (18) akibat gantung diri.

Ibu muda yang juga diketahui seorang pengantin baru, pasangan dari Mat Ari (22) tersebut, nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri di dapur rumahnya di Kampung Senasen, Desa Apa'an, Kecamatan Pengarengan, pada Senin (9/1) sore.

Wanita yang baru menikah pada bulan Nopember 2011 tersebut, ditemukan oleh Romlah, ibunya sendiri, sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Ia ditemukan dalam poisisi menggantung menggunakan tali tampar yang diikatkan ke bagian kayu blandar dapur rumahnya.

"Dugaan sementara korban tewas murni akibat gantung diri,"kata Kepala Polisi Pos Pengarengan, Ipda Junaedi kepada wartawan.

Sebelum ditemukan tewas gantung diri, kata dia, sekitar pukul 14.00 WIB korban diketahui bertengkar dengan ibunya. Pertengkaran ibu dan anak tersebut dipicu hanya gara-gara korban tidak mau memasak untuk keperluan makan suaminya.

Korban diminta untuk membantu memasak karena ibunya sudah dua hari belakangan ini terbaring sakit. Usai bertengkar dengan ibunya, pengantin baru tersebut kemudian mengurung diri di dalam kamarnya.

Namun hingga sore hari korban tidak terdengar suaranya. Ketika dipanggil oleh ibunya pun tidak ada sahutan dari korban. Dalam kondisi sakit, Romlah kemudian mencari tahu keberadaan putrinya tersebut.

"Saya minta tolong untuk mengambilkan minum. Saya panggil-panggil dia (korban) tidak menyahut,"ungkap Romlah pada saat memberi keterangan kepada petugas.

Romlah pun pergi ke kamar anaknya karena dikira Siti sedang tertidur usai dimarahinya. Namun Romah tidak menemukan Siti di kamarnya. Ia pun kemudian bergegas menuju dapur untuk mengambil minum.

Namun betapa terkejutnya wanita paruh baya tersebut, begitu melihat tubuh anaknya sedang tergantung di dapur. Lebih terkejut lagi, anaknya itu ternyata sudah dalam kondisi tewas dengan lidah menjulur. Romlah menjerit histeris. Jeritan wanita itu mengundang para tetangganya untuk berdatangan.

Warga setempat menjadi gempar mengetahui peristiwa gantung diri tersebut. Oleh beberapa warga peristiwa itu dilaporkan ke polisi terdekat. Polisi yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah melakukan penelusuran di sekitar rumah korban, polisi dibantu warga setempat menurunkan mayat korban dari atas dapur. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah pengantin baru tersebut. Namun demikian polisi tetap menurunkan tim forensik untuk memeriksa mayat korban.

"Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban nekat gantung diri karena dimarahi ibunya," kata Junaedi seraya mengakui keluarga menolak otopsi dan lebih memilih untuk memakamkan langsung jenazah korban pada malam itu juga.

Sementara itu, suami korban belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian karena terlihat masih trauma setelah mengetahui bahwa wanita yang baru dinikahinya itu tewas dengan cara mengenaskan.(BJ/dif)