Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Rabu, 06 Juni 2012

Bandar Besar Narkoba Banda Aceh Diringkus




BANDA ACEH-NAD (bharatanews): Hidup ini ternyata penuh kebetulan. Ini dibuktikan oleh anggota unit Resnarkoba Polresta Banda Aceh saat membekuk seorang pengedar dan dua pemakai narkoba di sebuah rumah di kawasan Lampeunurut, Aceh Besar, kemarin. ternyata setelah diselidiki, pengedar yang berhasil ditankap itu merupakan bandar narkoba terbesar di Kota Banda Aceh.

Tiga orang yang ditangkap adalah SD (33), Mur (32), dan RF (32). Polisi menyebutkan bahwa SD merupakan bandar sabu-sabu terbesar di Banda Aceh. Sedangkan dua tersangka lain hanya pemakai. Saat ditangkap, mereka tidak melawan.

Sementara itu, satu orang lainnya berhasil melarikan diri saat penggerebekan siang tadi. Kini, tersangka yang berhasil lolos itu sudah menjadi daftar pencarian orang Polresta Banda Aceh.

Bersama tersangka, polisi turut menyita barang bukti berupa sabu-sabu yang sudah dipaket kecil sebanyak 12 paket dan 1 paket besar atau satu sak sabu sabu seberat 0,479 Gram. Selain itu, polisi juga menyita satu timbangan kecil dan 2 tabung penghisap. Total sabu-sabu yang disita seberat 0,789 gram dengan perkiraan harga mencapai Rp 25juta. Polisi menyebutkan, sabu-sabu ini berasal dari Lhokseumawe.

Kepala Unit 1 Narkoba Polresta Banda Aceh Iptu Salamuddin, mengatakan, anggota unit Resnarkoba mendapatkan informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa di salah rumah di kawasan Lampeunurut sering dijadikan tempat pesta sabu-sabu.

“Di situ juga dijadikan tempat transaksi sabu-sabu terbesar di tingkat kotamadya,” kata Iptu Salamuddin didampingi Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh AKP Dedy Darwinsyah kepada wartawan.

Ia menambahkan, setelah mendapat informasi, pihaknya di bawah kendali Kasat Narkoba langsung menuju ke lokasi. Sampai ke TKP, mereka langsung mengepung rumah yang dijadikan tempat pesta sabu.

Salamuddin menyebutkan, tersangkat akan dijerat dengan Pasal 112 junto Pasal 114 Undang-Undang 35/2009 tentang narkotika.

“Kita akan mengembangkan kasus ini,” kata Salamuddin. (AK/AP/mrib)