Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Kamis, 14 Juni 2012

Wah, UN SD di Surabaya Jeblok




SURABAYA-JAWA TIMUR (bharatanews): Prestasi pendidikan sekolah dasara (SD) di Surabaya, Jawa Timur, tahun ini, termasuk katagori jeblok, Hasil ujian nasional (UN) tidak mencatat prestasi yang diharapkan. Peraih total nilai tertinggi UN SD dicapai sekolah asal Kabupaten Tulungagung, dan siswa SD peraih nilai UN tertinggi diraih asal Malang. Sedangkan, kabupaten/kota yang meraih total nilai tertinggi Kota Mojokerto.

Data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, jumlah sekolah penyelenggara UN tingkat SD, madrasah ibtidaiyah (MI) dan sekolah dasar luar biasa (SDLB) di Jatim sebanyak 26.067 sekolah terdiri dari 19.326 SD, 6.636 MI dan 105 SDLB. Sedangkan, peserta UN sebanyak 640.276 siswa terdiri dari 511.917 siswa SD, 128.092 siswa MI dan 267 siswa SDLB.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun kepada wartawan hari ini mengatakan, kelulusan siswa SD bukan hanya ditentukan dari nilai UN. "Kriteria kelulusan siswa juga ditentukan oleh sekolah atau madrasah penyelenggara. Jadi tidak hanya ditentukan oleh nilai UN," katanya.

Harun menambahkan, pengumuman kelulusan setingkat SD, MI maupun SDLB akan disampaikan serentak pada Sabtu (16/6) depan. "Mekanisme penyampaian pengumuman kelulusan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah atau madrasah," jelasnya

Untuk kabupaten atau kota peraih total nilai UN tertinggi, peringkat pertama diraih Kota Mojokerto dengan jumlah peserta 2.232 dan nilai mata ujian Bahasa Indonesia 8,49, Matematika 8,50 dan IPA 8,94, total 25,93.  Peringkat kedua diraih Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah peserta 26.612 dan nilai mata ujian Bahasa
Indonesia 8,41, Matematika 8,49 dan IPA 8,88, total 25,78.

Sedangkan peringkat ketiga diraih Kabupaten Mojokerto. Untuk kabupaten dan kota peraih total nilai tertinggi UN MI, peringkat pertama diraih Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah peserta 6,793 dan nilai mata ujian Bahasa Indonesia 8,47, Matematika 8,39, IPA 8,91, total 25,77.

Peringkat kedua diraih Kota Madiun dengan jumlah peserta 549 dan nilai mata ujian Bahasa Indonesia 8,57, Matematika 7,98, IPA 8,83, total 25,38. Peringkat ketiga diraih Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, sekolah peraih total nilai tertinggi UN SD, peringkat pertama diraih SDN 1 Wajak Kidul Kabupaten Tulungagung, dengan mata ujian Bahasa Indonesia 9,53; Matematika 9,69 dan IPA 9,95, total 29,17. Peringkat kedua diraih SDN Geluran Ploso Kabupaten Gresik dengan mata ujian Bahasa Indonesia 9,38; Matematika 9,74 dan IPA 9,96, total 29,08. Dan peringkat ketiga diraih SDN Tawangrejo II Kabupaten Lamongan.

Dan lagi-lagi, tak ada satu pun sekolah SD di Surabaya yang berhasil masuk peringkat 10 besar nilai tertinggi. Sedangkan MI peraih total nilai tertinggi, peringkat pertama diraih MI Nainul Ulum Kabupaten Mojokerto, dengan mata ujian Bahasa Indonesia 9,77, Matematika 9,43, IPA 9,98 dengan total 29,18.

Peringkat kedua diraih MI Negeri Mlarik Geneng Kabupaten Ngawi dengan nilai mata ujian Bahasa Indonesia 9,55, Matematika 9,42, IPA 9,73 dan total 28,70. Peringkat ketiga diraih MI NU Durung Bedug, Kabupaten Sidoarjo.

Untuk siswa peraih nilai UN tertinggi disabet oleh 5 siswa yang mempunyai nilai sama tertinggi asal Kota Malang, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Jember. Yakni M Daffan Reynarah Apriyanto asal SDN Klojen Kota Malang, Dhiyah Alya Salsabila asal SDN Kedanyang Kabupaten Gresik, Yolanda Rifah Elvina, Zulqornain Raka Patria, Yuska Azmi, ketiganya sama dari SDN Karangrejo 02 Kabupaten Jember. Kelima siswa tersebut sama-sama mempunyai nilai Bahasa Indonesia 10, Matematika 9,75 dan IPA 10.

Sedangkan 12 siswa MI mempunyai nilai sama tertinggi yakni Diyanah Hanin Sabiila, Fatimah Mas'ud dari MI Malik Ibrahim Putri Kabupaten Gresik. Rya Ade Gunawan dari MI Ma'arif Pagerwojo Kabupaten Sidoarjo. Efrida Dwi Rochmada, Gilang Firdaus Pratama, Hanif Azhar, M Aditya Syahrul Maghfiroh, M Agus Miftah, M
Ali Lutfan. Keenam siswa itu berasal dari MI NU Durung Bedug Kabupaten Sidoarjo. Hana Firdausil Husni dari MI Pembangunan Sidomukti Lamongan.

Aula Khoirun Nisa dari MIN Mojorejo Kabupaten Blitar dan M Anjar Farnawi dari MI Miftahul Huda, Karangsono Kabupaten Tulungagung. Para siswa siswi MI ini mempunyai nilai mata ujian Bahasa Indonesia 9,80; Matematika 9,75 dan IPA 29,55.(BJ/dif)