Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Selasa, 24 Juli 2012

Terganjal SK Walikota, Bosda Mojokerto Macet




MOJOKERTO-JAWA TIMUR (bharatanews): Sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jawa Timur, belum bisa mencairkan dana operasional sekolah daerah (Bosda) yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2012. Padahal seharusnya, Bosda dicairkan pertriwulan. Usut punya usut, ternyata hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menyebutkan, terjadi kesalahan posting dalam APBD mengenai anggaran Bosda senilai Rp 5 miliar.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2006 menyebutkan, jika dana hibah yang masuk dalam APBD, penempatannya harus sesuai dengan masing-masing SKPD sebagai leading sector. Dalam APBD Kota Mojokerto 2012, anggaran Bosda ditempatkan di pos belanja pada Dinas Pendapatan, Pengelolahan Keuangan dan Aset (DPPKA).

Kepala DPPKA Kota Mojokerto, Suharto kepada wartawan mengatakan, menurut BPK seharusnya anggaran tersebut dimasukkan dalam pos belanja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. "Kami masih belum bisa mencairkan dana Bosda karena diperlukan dasar hukum berupa peraturan walikota untuk memindahkan rekening itu," ungkapnya.

Belum adanya peraturan walikota tersebut, lanjut Suharto menjadi menyebab anggaran Bosda Kota Mojokerto belum bisa dicairkan hingga melewati triwulan kedua tahun 2012 ini. Padahal seharusnya, anggaran tersebut bisa dicairkan setiap tiga bulan sekali atau triwulan.

"Hingga saat ini, tim anggaran Pemkot Mojokerto sedang melakukan proses pembuatan peraturan walikota tersebut. Kalau peraturan tersebut sudah selesai, kami baru bisa mencairkan dana Bosda tersebut," lanjutnya.

Sementara itu, anggota Tim Anggaran (Timran) Pemkot Mojokerto, Agung Moelyono mengakui keterlambatan pencairan anggaran bosda. Menurut dia, perubahan rekening dari DPPKA ke Dinas P dan P bisa disiasati dengan perwali tidak perlu persetujuan Banggar DPRD. "Karena pagunya tetap dan hanya perpindahan rekening saja," jelasnya.(BJ/dif)