Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Kamis, 09 Agustus 2012

Pakai Narkoba, PNS Langsung Dipecat




PANGKALPINANG-BABEL (bharatanews): Tampaknya upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) cukup kuat. Bagi Pengawai Negeri Sipil (PNS) yang menggunakan narkoba, Pemprov Babel akan langsung memecatnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Sekdaprov) Imam Mardi Nugroho, menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada PNS yang terlibat penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkoba.

Menurut Imam,  berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.53 tahun 2010, tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, setiap pelanggaran harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Bahkan, bagi PNS hukuman atau sanksi yang paling berat akan dikenakan kepada pengguna narkoba sampai dengan pemberhentian dengan tidak hormat.

"Apalagi bagi yang masih berstatus CPNS tidak ada ampun lagi, mereka masih menjadi calon PNS, jika terbukti secara sah tidak ada toleransi lagi. Bagi PNS penerapan sanksi dilakukan berjenjang. Rehabilitasi dengan pemberian beberapa waktu bisa saja dilakukan. Kalau masing berulang lagi, berarti sudah tak bisa direhabilitasi lagi bisa saja sampai dengan diberikan rekomendasi pemberhentian dengan tidak hormat. Apalagi yang sudah berat diproses hukum dan telah diputuskan pengadilan," kata Imam kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/8) siang.

Menurut Imam, bagi CPNS dan PNS terlibat narkoba merupakan pelanggaran keras. Disebutkan Imam, pemeriksaan urine untuk kalangan PNS itu sangat diperlukan, agar dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, pegawai tidak terpengaruh apapun, terutama penggunaan narkoba. "Dalam memeriksa tes urine ini, kami melakukan koordinasi dengan badan narkotika nasional provinsi, dilakukan bertahap," katanya. 
   
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Babel, Kompol Yusuf, mengatakan, test urine yang dilakukan BNNP Provinsi sebagai upaya deteksi dini  pencegahan awal terhadap keterlibatan narkoba. 

"Hasil test sendiri masih harus ditindaklanjuti dengan assessment, misal ditemukan hasil terindikasi positif. Tetapi setelah didalami lagi dan diperiksa oleh dokter dan dilakukan test ulang, yang bersangkutan ada menkonsumsi obat-obatan yang mengandung zat  itu, obat batuk, obat asma dan lainya. Jadi, dilihat dulu kronologisnya," katanya. (BP/mrib)