Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Rabu, 31 Oktober 2012

Orangutan Serang Warga di Kebun Sawit




SAMPIT-KALTENG (bharatanews): Diduga karena habitat hidupnya semakin berkurang,  seekor orangutan besar menyerang warga di jalan lingkar luar bagian Utara Sampit, kemarin. Peristiwa ini melukai seorang warga bernama Adi. Akibat gigitan hewan yang dilindungi, pria berusia 42 tahun itu mengalami luka cukup parah di tangah kiri dan beberapa bagian tubuhnya.

sebelum diserang,  Adi bersama seorang keluarganya berada di tempat itu untuk membersihkan kebun kelapa sawit. Saat sibuk membersihkan kebun, tiba-tiba dari semak-semak keluar seekor orangutan besar dan langsung menyerang dan menggigit tangan kirinya serta beberapa bagian tubuh lainnya. Diperkirakan, orangutan besar tersebut beratnya lebih dari 100 kilogram.

Korban sulit melepaskan diri dari serangan primata yang berukuran cukup besar itu. Rekan korban yang  berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung menolong korban dan mengusir orangutan. Korban berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yuendri Irawanto menjelaskan, korban memang mengalami luka yang diduga akibat serangan orangutan. "Petugas   sedang melakukan tindakan medis, merawat beberapa luka,  seperti di tangan kirinya," ungkap mantan Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur itu.

Disampaikan Yuendri, gigitan orangutan liar berpeluang menyebabkan penyakit rabies. "Kalau memang benar gigitan orangutan, ada peluang terkena rabies apabila orangutan ini (juga) terkena rabies. Namun untuk orangutan ini susah kita dapatkan (untuk  diperiksa). Tidak seperti anjing yang mudah kita dapatkan dan bila benar mengidap rabies  bisa dibiarkan mati dengan sendirinya  dan diambil kepalanya untuk dilakukan pemeriksaan," jelasnya.

Sementara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kotim juga sudah menyelidiki serangan orangutan terhadap penduduk ini. "Kita sedang mengumpulkan data. Untuk korban (Adi), masih sulit memberikan  keterangan terkait masalah ini," kata seorang petugas BKSDA Kotim.(KP/mrib)