Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Minggu, 11 November 2012

Sebulan, 26 Kasus Perambahan Hutan Terbongkar




SAMPIT-KALSEL (bharatanews): Setelah melaksanakan Operasi Hutan Lestari (OHL) selama satu bulan, Tim Direktorat Pidana Tertentu (Dir Tipiter) Mabes Polri, akhirnya membeberkan hasil operasi. Dalam operasi yang berlangsung sejak 10 Oktober hingga 8 November di Kalteng itu, sebanyak 25 kasus terungkap dengan 20 tersangka yang sudah diproses.

Sementara barang bukti selain 2.000 meter kubik kayu illegal, juga diamankan sarana pengangkutan berupa kendaraan. Dengan rincian 13 truk di wilayah Kabupaten Kotim, Gunung Mas tiga truk, pengungkapan Polda Kalteng dua truk, Palangka Raya satu truk, Kobar satu Truk dan satu pikap. Di Kotim terdapat tambahan barbuk berupa tiga buah kelotok yang mengangkut ulin illegal.

Selain itu, sebanyak 20 orang menjadi tersangka selama operasi. Rinciannya lima tersangka untuk pengungkapan wilayah Kotim, empat tersangka dari Gunung Mas, dua tersangka dari Palangka Raya, empat tersangka dari Kobar dan Katingan dua tersangka.

“Dari semua wilayah hukum Polres hanya Kapuas dan Sukamara yang tidak ditemukan kegiatan IL. Sisanya banyak ditemukan Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Lamandau, Katingan, dan Pulang Pisau. Paling banyak ditemukan di wilayah Kotim,” ungkap Kapolda Kalteng Brigjen Pol Bachtiar Hasanuddin H Tambunan, didampingi Direktur Tipiter Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Gatot Subiaktoro saat memberikan keterangan kepada wartawan, kemarin.

Jika dihitung sejak Januari sampai dengan sekarang, imbuh Bachtiar, sudah 124 kasus ditangani Polda Kalteng. Namun kalau mundur satu bulan ke belakang selama OHL, ada 25 kasus ditemukan. Sedangkan tersangkanya 125 tersangka yang sudah diproses dari Januari sampai November.

Bachtiar menambahkan, modus yang digunakan para pelaku kejahatan hutan itu diantaranya, ada fiktif suratnya atau dokumennya. Serta ada juga yang melakukan pengangkutan tanpa dokumen.

Sementara itu, Brigjen Pol Gatot Subiaktoro menambahkan tidak semua barang bukti di bawa ke Kotim untuk diekspos. “Sebagian masih ada di TKP seperti wilayah Antang Kalang dan Lamandau. Yang dibawa ke sini itu kayu olahan dan jumlahnya sekitar 2.000 meter kubik. Belum lagi ditambah kayu-kayu di TKP,” jelasnya.(RS/mrib)