Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Rabu, 21 November 2012

Jaringan Aceh Kuasai Narkoba di Jambi




JAMBI (bharatanews): Kasus peredaran narkoba di Kota Jambi masih sangat tinggi. Sepanjang Januari hingga November tahun 2012 ini, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Jambi telah menangani 79 laporan kasus penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah itu terdapat 113 orang tersangka yang diamankan polisi. Kebanyakan tersangka adalah anggota jaringan narkoba dari Aceh dan Medan.

“Hingga November ini ada 79 laporan kasus dan terdapat 113 orang tersangka. Termasuk satu kasus limpahan dari Muarao Jambi,” kata Kasubag Humas Polresta Jambi, AKP Ahmad Isnaini.

Banyaknya jumlah tersangka dalam satu kasus yang ditangani diakuinya pada satu kasus ada lebih dari satu orang tersangka.Saat ini ditambahkan Isnaini 61 kasus penanganannya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak kejaksaan.
Kemudian 14 kasus lainnya saat ini sedang tahap satu, dan 4 kasus lainnya sedang proses sidik.

Pada bulan November 2012 ini saja ditambahkannya ada 8 kasus yang sudah dinyatakan P21 dengan jumlah tersangka sebanyak 8 orang. Mereka adalah Allen Valentino alias Adek (36), Rispan Hamidi alias Ifan (32), Budi Neco Demus Panjaitan (30), M Arianja (35), Gukelpi Sulma (20), Angga Kusuma (23), Syam Eko Harianto (27), dan Rusli (54).

“Berkasnya sudah dilimpahkan beberapa hari lalu,” tambahnya lagi.

Banyaknya kasus narkoba yang ditangani diakuinya menunjukan masih tingginya peredaran narkoba di Kota Jambi. Dari barang bukti yang diamankan polisi jenis peredaran narkoba yang paling banyak adalah jenis ganja, sabu-sabu dan pil ektasi. Benda haram itu dipasok dari luar Provinsi Jambi.

“Rata-rata yang bermain saat ini adalah jaringan Aceh dan Medan. Narkoba dikirim dan diedarkan dalam Provinsi Jambi seperti pengedar dan bandar yang diamankan Polresta Jambi,” tandasnya.(JI/mrib)