Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Selasa, 29 Januari 2013

Polres Jombang Razia Polisi Gendut




JOMBANG-JATIM (bharatanews): Kepolisian Resor (Polres) Jombang, Jawa Timur (Jatim), tidak persoalkan rekening gendut milik polisi, tapi yang dibidik justru mereka pemilik tubuh tambun atau overweight, yang dianggap tak ideal bagi anggota polisi.

Bayangkan saja, di lingkungan Polres itu ada sekitar 151 polisi berpostur kurang layak sebagai penegak hukum. Perut buncit dan pipi tembem. Salah satunya adalah AKP Slamet dengan bobot mencapai 180 kg. Untuk itu, dia dan yang lain harus ‘dikempesin’ hingga ke titik ideal. Yakni, diharuskan mengikuti latihan fisik minimal dua kali sepekan, berupa senam dan lari keliling lapangan.

Menurut AKP Sugeng Widodo, Kasubbag Humas Polres Jombang, anggota polisi berpostur tambun dipastikan mempengaruhi kenerja. Cenderung lamban ketika bertugas. Hal itu tak terbantahkan lagi, kelebihan berat badan akan banyak pengaruhi gerak tubuh.

"Ketika menangkap penjahat, polisi gendut pasti kurang lincah. Jadi, ya, harus ideal," katanya kepada wartawan, hari ini.

Mantan Kapolsek Diwek itu menjelaskan, berat badan ideal anggota polisi adalah, tinggi badan dikurangi 100. Jika seorang polisi tingginya 170 cm, maka beratnya harus 70 kilogram. "Jika beratnya tidak ideal, mereka wajib mengikuti program tersebut," ujarnya.

Ditambahkan, program pengurangan berat badan akan dilakukan selama enam bulan sejak Januari 2013. Diharapkan, dalam kurun waktu itu, seluruh anggota Polres Jombang yang semula gembul bisa langsing.

“Setiap bulan akan di evaluasi untuk diketahui tingkat keberhasilan program penurunan berat badan. Selain latihan fisik, kami juga menyarankan agar para polisi gendut itu tidak mengkonsumsi makanan nasi pada malam. Kecuali makanan ringan seperti buah," kata Sugeng bersaran. (brj/tho)