Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Sabtu, 18 Februari 2012

Di Jabar, Pencemaran Limbah Industri Kulit Meluas




GARUT-JAWA BARAT (bharatanews): Pencemaran lingkungan akibat limbah industri kulit di Kota Garut, Jawa Barat, dinilai oleh sejumlah pihak sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Selain mencemari sumber air, limbah industri tersebut juga menimbulkan bau tidak sedap.

Dampak mengkhawatirkan dari limbah tersebut kini terus dikeluhkan warga di sepanjang Kali Sukaregang, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota. Mereka mengeluhkan kondisi sumber air yang semakin kotor dan bau akibat tercemar limbah pengolahan industri kulit.

Warga mengaku tidak habis pikir dengan tak kunjung tertanganinya pencemaran limbah penyamakan kulit Sukaregang. Padahal, di sekitar lokasi industri kerajinan kulit telah tersedia Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Kita sudah beberapa kali mengadukan kondisi ini ke Kelurahan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan dari pihak berwenang," keluh Asep (49), warga kepada wartawan kemarin.

Lurah Ciwalen, Uus Hasbullah mengakui sudah lama menerima pengaduan warga terkait pencemaran limbah kulit Sukaregang. "Jangankan warga, kami juga sangat mengeluhkan kondisi air kali kotor dan bau menyengat. Padahal, warga kami tidak ada yang menjadi perajin kulit," ujarnya.

Akan tetapi, kata Uus, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa karena tak memiliki kewenangan untuk menindak kegiatan penyamakan kulit yang menimbulkan pencemaran lingkungan tersebut.

Pihaknya berharap, dinas terkait dapat segera melakukan tindakan agar para penyamak kulit bisa mengoptimalkan pemanfaatan IPAL untuk dapat meminimalisasi dampak pencemaran lingkungan yang setiap saat mengancam warga.(IJ/dif)