Stop Press: Setiap Wartawan Bharatanews.com Dilengkapi Identitas Diri, Serta Nama Tercantum Pada Kanal Redaksi. Tindakan Di Luar Penugasan Jurnalis, Bukan Tanggung Jawab Pengelola.
Selasa, 06 Maret 2012

KIP Langsa Diteror Timses




LANGSA-NAD (bharatanews) :  Para komisioner KIP Langsa dalam beberapa pekan ini banyak mendapat teror telepon gelap berupa pesan singkat atau sms dari berapa oknum mengaku dari Timses kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Langsa. Dalam sms-nya, KIP dituding tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Ketua KIP Kota Langsa, Agusni. AH mengungkapkan, beberapa SMS itu berisikan tudingan lembaga pelaksana pemilu ini tak melaksanakan tugasnya terkait masih maraknya baliho, kempanye terselubung atau sejenisnya dilakukan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Langsa.

Namun pada kesempatan itu dia mengatakan KIP selaku penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bukanlah lembaga super body (lembaga terkuat-red), yang bisa melakukan sebuah pekerjaan diluar tanggungjawabnya.

“Jadi kita minta kepada semua pihak, termasuk para calon dan tim sukses dalam Pilkada 2012 ini agar tidak memaksakan kehendaknya dan menekan lembaga penyelenggara (KIP-red) untuk melakukan sebuah pekerjaan diluar tanggung jawabnya, dikarenaka KIP bukan lembaga Super Body,” demikian tegasnya.

Agusni menerangkan, hal ini perlu disampaikan kepada semua pihak karena dalam dalam beberapa hari terakhir ini dirinya banyak menerima sms dan telepon gelap dari orang tidak dikenal yang mengatasnamakan timses dan calon Walikot/Wakil Walikota Langsa. Dimana dalam sms dan telepon tersebut orang yang tidak pernah menampakkan wujudnya itu mendesak dan menekan KIP untuk menertibkan atribut kampanye dan mencegah pertemuan yang dilakukan oleh salah satu balon yang akhir-akhir ini gencar dilakukan.

“Bahkan sms dan penelpon gelap itu menuding KIP tidak mau menertibkan atau mencegah pertemuan salah satu balon ini, padahal itu bukan kewenangan KIP sebagai penyelenggara. Sudah sangat jelas bahwa tugas dan tanggungjawab KIP sebagai pelaksana teknis, jadi kami tidak berkenan menjalankan pekerjaan campur aduk yang bukan tugas kami,” ungkap Agusni.

Karenanya, Agusni meminta kepada semua pihak untuk berpikir jernih dan tidak memaksakan kehendaknya agar KIP juga menjalankan tugas pengawasan. Karena semua ini sudah diatur dalam undang-undang pemilu dan peraturan KPU/KIP, “Jadi kita menilai desakan dan tudingan terhadap KIP tersebut adalah sikap pemikiran yang kerdil,” demikian ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Irwandi Yusuf salah satu calon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, melalui sms menyebutkan, Pemilukada Damai dapat tercipta bila ada kemauan semua peserta pilkada untuk sepenuhnya tunduk kepada demokrasi dan hukum. Peristiwa deklarasi hari ini yang digagas Pemerintah Aceh, menurutnya adalah simbol belaka. Seribu kali pun kita membubuhi tandatangan kita untuk Pemilukada Damai atau 2000 puisi Perdamaian kita bacakan.

“Tidak akan ada hasilnya bila di dada setiap kandidat atau salahsatu kandidat masih ada rencana menghalalkan segala cara untuk memenangkannya,” tegasnya.

Pihaknya menghimbau kepada semua kita agar apa yang sedang terjadi selama ini yaitu intimidasi dan teror dapat dihentikan ataupun diperintahkan kepada jajaran masing-masing untuk menghentikannya. (RA/mrib)